Winnie The Pooh Bear

Jumat, 10 Februari 2012

Jenis Penyakit Yang Berbahaya

Bahaya asam urat

Pada keadaan normal, kadar asam urat di dalam darah pada pria tidak boleh melebihi 7 mg/dL dan pada wanita 6 mg/dL. Peninggian kadar asam urat dalam darah menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara produksi asam urat yang berasal dari makanan/minuman yang dikonsumsi dengan pengeluarannya melalui ginjal, yang kemungkinan disebabkan karena produksi asam urat yang berlebihan ataupun pengeluarannya dari tubuh melalui ginjal yang terlalu sedikit maupun kombinasi keduanya.Diperkirakan sekitar 10 % dari penderita dengan kadar asam urat darah yang tinggi (hiperurikemia) mengalami pembantukan asam urat yang berlebihan dengan akibat pengeluaran asam urat melalui air seni melebihi 800 mg/hari.

Walaupun sebahagian penderita dengan kadar asam urat darah yang tinggi dapat tanpa gejala, tetapi hal ini memerlukan perhatian dan penanganan yang memadai karena tidak hanya merusak sendi-sendi tubuh tetapi sebentar atau lama dapat merusak organ-organ tubuh seperti ginjal, jantung dan lain-lain.Pengeluaran asam urat terjadi melalui air seni. Beberapa obat dapat meyebabkan hiperurikemia seperti salisilat, obat yang meningkatkan pengeluaran air seni (diuretic), asam nikotinat, obat tbc seperti pirazianamida, etambutol, sedangkan alkohol selain menyebabkan pembentukan asam urat yang meningkat juga pengeluarannya melalui air seni yang berkurang.

Biasanya pasien lanjut usia (lansia) telah mengalami gangguan fungsi ginjal dan semakin bertambah usia semakin berat pula gangguan fungsi ginjal, sehingga sering didapati lansia dengan hiperurikemia. Semakin tinggi kadar asam urat darah semakin besar pula kemungkinan terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh.Disinilah perlunya kita memeriksa kadar asam urat darah secara periodik guna mengantisipasi bahaya yang disebabkan hiperurikemia tersebut.

Bahaya Pada Ginjal

Penderita hiperurikemia mempunyai risiko menderita batu asam urat di dalam perjalanan penyakitnya. Kurangnya pengeluaran asam urat melalui air seni bukan saja meningkatkan pembentukan batu asam urat di ginjal tetapi juga batu kalsium oksalat.
Menurut seorang ahli yang bernama Emmerson bahwa terbentuknya kedua jenis batu tersebut secara bersamaan dapat disebabkan karena asam urat merupakan inti untuk terbentuknya batu kalsium oksalat.

Adanya batu asam urat menyebabkan peninggian tekanan di dalam ginjal dan penekanan pembuluh-pembuluh darah yang menyebabkan bertambah tebalnya dinding pembuluh darah dan berkurangnya aliran darah ke ginjal dengan akibat kerusakan pada ginjal.Pembentukan batu asam urat ini juga dipengaruhi oleh bertambahnya keasaman air seni dan tingginya kadar asam urat di dalam air seni, sedangkan disisi lain bahwa adanya zat sitrat dan glikosaminoglikan dapat menghambat pembentukan batu tersebut. Selain daripada kadar asam urat yang tinggi di dalam urine, faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi pembentukan batu asam urat berupa volume air seni yang lebih sedikit.

Bahaya Pada Jantung

Hiperurikemia mempunyai hubungan yang jelas dengan angka kematian yang disebabkan berbagai macam penyakit jantung dan pembuluh darah. Pada pasien dengan hiperurikemia dan hipertensi terdapat meningkatnya risiko 3-5 kali timbulnya penyakit jantung koroner dan strok dibandingkan dengan yang hanya menderita hipertensi.Hiperurikemia juga berhubungan dengan sindroma metabolik (sindroma X) atau resistensi insulin, yaitu kumpulan kelainan-kelainan dengan kadar insulin yang meningkat di dalam darah, hipertensi, kadar trigliserida darah yang meningkat dan kadar lemak ‘baik’ (HDL-cholesterol) yang rendah yang semuanya sering menyebabkan penyakit jantung koroner.

Dengan diet yang rendah asam urat (dikenal sebagai diet rendah purin) yang ketat dalam jangka waktu lama dan kombinasi dengan alupurinol serta kontrol berobat secara teratur akan dapat mempertahankan kadar asam urat darah dalam batas normal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar